Kamis, 25 April 2019

Keutamaan Nishfu Sya'ban







Keutamaan Bulan Sya’ban dan Malam Nishfu Sya’ban


Tidak terasa tinggal menghitung hari lagi kita akan berjumpa lagi dengan bulan Suci Ramadhan. Bulan Rajab & Sya’ban adalah bulan-bulan untuk kita mempersiapkan diri kita untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan. Diceritakan bahwa kemuliaan bulan Rajab adalah diawalnya, sedangkan kemuliaan Sya’ban adalah pada malam Nishfu Sya’ban-nya, sedangkan kemuliaan Ramadhan terletak pada malam Laylat al-Qadr-nya.
Kita tahu bahwa dalam bulan Rajab yang telah kita lalui ada peristiwa agung yang bernama Isra’ dan Mi’raj-nya Nabi Agung Muhammad Saw. Pada bulan Sya’ban juga banyak peristiwa agung yang sering kita lupakan diantaranya adalah “Syaqqul Qomar” Pembelahan Bulan yang dijadikan sebagai mukjizat Nabi Muhammad Rasulullah Saw. Dibulan ini pula turun ayat “Innallaha wa Malaaikatahuu Yusholluna Alan Nabi, Yaa ayyuhal Ladziina Aamanu Sholluu Alaiahi Wasallimuu Tasliiman”. Sehingga bulan ini menjadi bulan untuk kita berlomba-lomba berbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw. Peristiwa yang lain yaitu terjadinya peralihan kiblat yang semula menghadap Bayt al-Maqdis menghadap Ka’bah.

Keutamaan Bulan Sya’ban :
Diangkatnya amal kita menuju Allah (Setor)
Nabi ditanya oleh Usamah bin Zaid:

عن أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Aku bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku tak melihat engkau berpuasa dalam sebulan sebagaimana engkau lakukan di bulan Sya’ban.” Rasulullah menjawab, “Bulan itu (Sya’ban) adalah bulan yang banyak orang lalai darinya, karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Pada bulan Sya’ban, amalan diangkat kepada hadirat Allah, maka aku ingin amalanku diangkat selagi aku sedang berpuasa.” (HR. An Nasa’i)

Diantara keutamaan Malam Nishfu Sya’ban :
Dianjurkan menghidupkan malamnya
Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Sunnah berdo’a di malam Nishfu Sya’ban
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ 
Artinya: “Dikala malam Nishfu Sya’ban maka hidupkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya, karena sesungguhnya Allah turun ke langit dunia di malam Nishfu Sya’ban lalu berkata: tidakkah ada yang meminta ampun maka aku ampuni, tidakkah ada yang meminta rizki maka akan ku beri rizki kepadanya, tidakkah ada yang terkena cobaan (sakit) maka aku sembuhkan, tidakkah ada yang begini, tidakkah ada yang begini, hingga terbit fajar”. (HR. ad-Daruqutni)

Terampuninya dosa
يطلع الله تبارك و تعالى إلى خلقه ليلة النصف من شعبان ، فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
Artinya: “Allah mengawasi dan memandang hamba-hamba-Nya di malam Nishfu Sya’ban, lalu mengampuni dosa-dosa mereka semuanya kecuali orang musyrik dan orang yang menyimpan kemarahan (dendam)”.  (Shahih Ibn Hibban)
ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Salah satu malam yang mustajab (cepat dikabulakan) untuk berdo’a
Mengenai hal ini imam Syafi;I berkata:
 وبلغنا أنه كان يقال : إن الدعاء يستجاب في خمس ليال في ليلة الجمعة ، وليلة الأضحى ، وليلة الفطر ، وأول ليلة من رجب ، وليلة النصف من شعبان
Artinya: “Telah sampai kepadaku keterangan behwasanya : Sesungguhnya do’a mustajab ada pada lima malam yaitu; malam jum’at, dua malam Id, malam pertama bulan rajab, dan malam Nishfu Sya’ban”.

Do’a Nishfu Sya’ban :

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ.
اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي، وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" إلهنا بالتجلي الأعظم في ليلة النصف من شعبان المكرم التي يفرق فيها كل أمر حكيم ويبرم إكشف عنا من البلاء ما نعلم وما لا نعلم وما أنت به أعلم إنك انت الأعز الأكرم. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Khutbah 19/04 "Keutamaan Nishfu Sya'ban"


Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullaahhh…..

Tidak terasa tinggal menghitung hari lagi kita akan berjumpa lagi dengan bulan Suci Ramadhan. Bulan Rajab, Sya’ban adalah bulan-bulan untuk kita mempersiapkan diri kita untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya dalam bulan Ramadhan. Diceritakan bahwa kemuliaan bulan Rajab adalah diawalnya, sedangkan kemuliaan Sya’ban adalah pada malam Nishfu Sya’ban-nya, sedangkan kemuliaan Ramadhan terletak pada malam Laylat al-Qadr-nya.

Kita tahu bahwa dalam bulan Rajab yang t’lah kita lalui ada peristiwa agung yang bernama Isra’ dan Mi’raj-nya Nabi Agung Muhammad Saw. Dan juga bulan Sya’ban, banyak peristiwa agung diantaranya adalah “Syaqqul Qomar” Pembelahan Bulan yang dijadikan sebagai mukjizat Nabi Muhammad Rasulullah Saw. Dibulan ini pula turun ayat “Innallaha wa Malaaikatahuu Yusholluna Alan Nabi, Yaa ayyuhal Ladziina Aamanu Sholluu Alaiahi Wasallimuu Tasliiman”. Sehingga bulan ini menjadi bulan untuk kita berlomba-lomba berbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw. Dibulan ini juga, terjadi peralihan khutbah yang semula menghadap Bayt al-Maqdis kembali lagi menghadap Ka’bah,


Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullaahhh…..

Selanjutnya di bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, bulan dimana Allah mengobral banyak pahala untuk Ummat Rasulullah Saw. Namun yang kasihan adalah orang yang terjadi hujan lebat, tapi tanahnya tetap gersang, air banyak dicurahkan, akan tetapi setetespun tidak masuk dalam hatinya, itulah orang yang celaka, orang yang rugi,- karena mereka tidak mempersiapkan diri mereka untuk menengadahi air curahan rahmat tersebut. Oleh karena itu, marilah kita persiapkan diri kita sejak sekarang untuk menyongsong bulan yang suci tersebut.

Dalam bulan ini ada malam yang mulia yang biasa kita sebut malam Nishfu Sya’ban, malam yang dimana umat islam berbondong-bondong ke Masjid, Surau, ataupun mushalla untuk berdoa bersama.
Dikatakan mulia karena apa?

Puasa khusus Sya’ban barangkali tidak sepopuler puasa sunnah lain yang banyak disebutkan dalam ceramah ataupun pengajian. Kendati demikian, puasa bulan Sya’ban sendiri memang dilakukan oleh Nabi.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam al Bukhari disebutkan:

عَنْ أَبِي سَلَمَةَأَنَّ عَائِشَةَ -رضي الله عنها- حَدَّثَتْهُ قَالَتْ: "لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ...

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Salamah, bahwa Aisyah berkata: Nabi tidak berpuasa pada satu bulan lebih banyak selain di bulan Sya’ban. Sesungguhnya Nabi berpuasa pada bulan Sya’ban (seolah-olah) pada seluruh bulan.” (HR. Bukhari)

Meski tidak setiap hari, namun karena saking seringnya Nabi didapati berpuasa di bulan Sya’ban, maka disebutkanlah seolah Nabi berpuasa di bulan Sya’ban setiap hari. Imam al Qasthalani dalam Irsyadus Sari yang merupakah syarah Shahih al Bukhari mencatat alasan Nabi memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Suatu ketika, Nabi ditanya oleh Usamah bin Zaid:

عن أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ، قَالَ: ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Dari Usamah bin Zaid, ia berkata: Aku bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, aku tak melihat engkau berpuasa dalam sebulan sebagaimana engkau lakukan di bulan Sya’ban.” Rasulullah menjawab, “Bulan itu (Sya’ban) adalah bulan yang banyak orang lalai darinya, karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Pada bulan Sya’ban, amalan diangkat kepada hadirat Allah, maka aku ingin amalanku diangkat selagi aku sedang berpuasa.” (HR. An Nasa’i)

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimahumullaah….

Selain puasa, menghidupkan malam sya’ban juga sangat dianjurkan khususnya malam nisfu Sya’ban (pertengahan bulan Sya’ban). Maksud menghidupkan malam di sini ialah memperbanyak ibadah dan melakukan amalan baik pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin ‘Alawi Al-Maliki menegaskan bahwa terdapat banyak kemuliaan di malam nisfu Sya’ban; Allah SWT akan mengampuni dosa orang yang minta ampunan pada malam itu, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka.

Setidaknya terdapat tiga amalan yang dapat dilakukan pada malam nisfu Sya’ban. Tiga amalan ini disarikan dari kitab Madza fi Sya’ban karya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

Pertama, memperbanyak doa. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Abu Bakar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

ينزل الله إلى السماء الدنيا ليلة النصف من شعبان فيغفر لكل شيء، إلا لرجل مشرك أو رجل في قلبه شحناء

Artinya, “(Rahmat) Allah SWT turun ke bumi pada malam nisfu Sya’ban. Dia akan mengampuni segala sesuatu kecuali dosa musyrik dan orang yang di dalam hatinya tersimpan kebencian (kemunafikan),” (HR Al-Baihaqi).

Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Dua kalimat syahadat termasuk kalimat mulia. Dua kalimat ini sangat baik dibaca kapan pun dan di mana pun terlebih lagi pada malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi mengatakan,

وينبغي للمسلم أن يغتنم الأوقات المباركة والأزمنة الفاضلة، وخصوصا شهر شعبان وليلة النصف منه، بالاستكثار فيها من الاشتغال بكلمة الشهادة "لا إله إلا الله محمد رسول الله".

Artinya, “Seyogyanya seorang muslim mengisi waktu yang penuh berkah dan keutamaan dengan memperbanyak membaca dua kalimat syahadat, La Ilaha Illallah Muhammad Rasululullah, khususnya bulan Sya’ban dan malam pertengahannya.”

Ketiga, memperbanyak istighfar. Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia. Kesehariannya bergelimang dosa. Namun kendati manusia berdosa, Allah SWT senantiasa membuka pintu ampunan kepada siapa pun. Karenaya, meminta ampunan (istighfar) sangat dianjurkan terlebih lagi di malam nisfu Sya’ban. Sayyid Muhammad bin Alawi menjelaskan,

الاستغفار من أعظم وأولى ما ينبغي على المسلم الحريص أن يشتغل به في الأزمنة الفاضلة التي منها: شعبان وليلة النصف، وهو من أسباب تيسير الرزق، ودلت على فضله نصوص الكتاب، وأحاديث سيد الأحباب صلى الله عليه وسلم، وفيه تكفير للذنوب وتفريج للكروب، وإذهاب للهموم ودفع للغموم

Artinya, “Istighfar merupakan amalan utama yang harus dibiasakan orang Islam, terutama pada waktu yang memiliki keutamaan, seperti Sya’ban dan malam pertengahannya. Istighfar dapat memudahkan rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits. Pada bulan Sya’ban pula dosa diampuni, kesulitan dimudahkan, dan kesedihan dihilangkan.

Demikianlah tiga amalan utama di malam nisfu Sya’ban menurut Sayyid Muhammad. Semua amalan itu berdampak baik dan memberi keberkahan kepada orang yang mengamalkannya.

Semoga kita termasuk orang yang menghidupkan malam nisfu Sya’ban dengan memperbanyak do’a, membaca dua kalimat syahadat, istighfar, dan kalimat mulia lainnya. Wallahu a’lam

Selasa, 05 Februari 2019

Pencuri Hati

14 Januari 2019



Kau.... sejak kapan kau curi hatiku? Akupun tak tahu, beberapa malam sebelum ini aku selalu gabut, ga jelas, jungkir balik diatas kasur dan tak mampu mengejapkan mata sedikitpun. Kau menggodaku, bayanganmu menghantuiku, hingga aku tak mampu me-ngerem hadirmu dalam benakku. Sengaja aku membatasi diri beberapa waktu lalu karea tak mau tercebur terlalu dalam hingga akhirnya tak mampu untuk berenang dalam samudra perasaan yang telah kau rampas kini.


Singkatnya beberapa waktu kita tak pernah saling sapa seperti biasa meski sekedar berkabar, aku tak ingin memulai dan mungkin kaupun tak mau atau justru engkau lupa, tapi tidak denganku, aku gabut tanpamu, aku tak seimbang tanpa hadirmu, aku tak selaras tiada kamu, aku tak tahu aku hampir-hampir tak bisa tanpamu, tapi aku tetap punya Allah yang selalu ada dalam setiap keadaanku, selalu setia dalam siang malamku, aku berharap Allah selalu menjagamu pula.


Dania, kau hadir tanpa undangan dariku. Kau ada disekitarku tiada konfirmasi terlebih dahulu. Hingga aku kaget, bagaimana bisa hatiku jatuh, hatiku luluh, hanya dengan mendengar cerita tentangnya. Allah karim,, apa ini? Jangan engkau coba aku diluar batasku,,, Allaahhh jerit hatiku....


Dalam irama kegalauan, dalam naungan gabut dan gak jelas itu aku bertekat untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya sedang terjadi padamu ka, saya ingat betul waktu itu hari senin, 13/01. Dalam keletihan teriknya matahari, dalam hausnya tenggorokan shiam, aku berniat akan ku ungkap saja rasaku padamu, akan ku tuang hingga tak ada lagi yang terpendam, jika kau membalas akan aku tumbuh kembangkan rasa itu dengan baik andai pun tidak, setidaknya aku tlah lega menumpahkan rasa yag terpendam.


Tapi apa yang terjadi??? Sekitar dua jam menjelang ashar, kau mengomen status aku yang membuat aku bahagia kegirangan, “apa ini artinya” kata hatiku, tapi itu mungkin biasa-biasa saja bagimu.... aku akan menjaga rasa ini dan menuntunnya ke dalam semangat berkarya..... ku harap suatu saat kau tahu.... entah bagaimana kelak, biarlah waktu yang mengisahkan sejarah kita...


Selamat Sore.... hehe Al-Fatihah....

Khawatirku padamu Nia

17 Desember 2018



Hai... kau baik-baik saja kan?
Mungkin saat ini adalah saat paling lebaynya ahmad, tapi entahlah... saya sendiri tak bisa dan takkan mampu mencelanya, karena aku tahu cinta tak bisa dibuat-buat dan kagum tak mampu di paksakan. Perkenalanku dengannya sudah satu tahun lalu, meski belum begitu kenal banget karena hanya mendengar dari omongan orang saja, dania namanya... entah bagaimana aku tetap saja memperhatikan dia meski jarak jauh.


Dan hari demi hari pun berlalu, aku beranikan diri untuk chat. Awalnya karena kebutuhan organisasi meski nanti ada modusnya. hehe dan sekarang justru chatnya semakin tak terarah saja, entah bahasa apa itu, aku juga kadang tak punya sesuatu yang dibahas, dia juga demikian hingga akhirnya gabut, meski tak jarang diskusi berat menjelang tidur, hingga membuat kita larut malam.

Akhir-akhir ini aku batasi keinginanku untuk chat berlebihan, aku ingin tahu, apakah dia juga merindukan chat itu atau sekedar aku saja yang kepedean... dan puncaknya hari ini 17-12-18. Dia tak ada kabar sejak pagi, berjam-jam ku lihat posisi chatnya online atau tidak, berganti jam kulihat lagi, hingga sorepun menjelang. aku beranikan diri bertanya pada adiknya, “assalaamualaikum zal, mba dania baik-baik saja kan? Waalaikumussalam, alhamdulillah baik kang”, jawabnya membuat aku lega, aku takut jangan-jangan dia sakit.

 Semoga engkau bik-baik saja. Entah apa yang aku rasa, akupun tak tahu,,, biarkan saja..... padau dania...

Sabtu, 02 Februari 2019

Surat Cinta Untuk Calon Istriku

Surat Cinta Untuk Calon Istriku


Untukmu yang selalu menyita sebagian fikiranku, yang selalu membuatku lelah membuang bayanganmu dariku, yang setia hadir disaat sepi dan ramaiku, dan senantiasa mengingatkanku dalam sibuk dan leganya, yang selalu dan selalu menyebutku dalam doanya dan kusebutnya dalam do’aku.
Disaat yang tepat kan kujemput dikau, disaat yang tepat aku akan kerumahmu, disaat yang tepat akan aku lamar dan kasih mahar. Kapan waktunya? Entahlah, akupun tak tahu kapan dan engkau siapa... apakah aku stress? Sedikit kali..... entahlah, biarkan waktu yang menjawab.

Berharap yang sempurna seratus persen sama halnya dengan ingin menjomblo seumur hidup, itulah kutipan dari Gus Mus. Dan setelah direnungkan banget, ternyata benar juga. Karena tiada manusia yang sempurna, ada yang cantik parasnya tapi kurang agamnya, ada yang manis dan sedap dipandang, ada yang bagus ngajinya ibarat “kaset murattal” agaknya gak mau sama aku, ada yang kaya tapi sedikit sombong, emang kalau berharap yang sempurna adanya di surga. Tetapi aku butuh teman perjuangan didunia, tak hanya di surga. Aku berharap engkau adalah orang yang kekurangannya aku tutupi dan engkau adalah yang pandai menutupi kekuranganku.

Engkau, yang akan menemani seumur hidupku dan aku temaninya seumur hidupnya. Banyak banget mungkin kekurangan dariku yang akan kau temui, jangan engkau ceritakan itu ke yang lain, adukanlah kepada Tuhan kita, mintalah Allah yang memperbaiki kita. Tidak akan selesai masalah keluarga jika kau adukan kepada orang lain, sekalipun teman akrabmu. Akan ada hal-hal yang patut kau ceritakan ke yang lain dan ada hal yang harus kita saja yang tahu, pandai-pandailah kamu memilih dan memilahnya.
Dikau, mungkin juga akan diserang rasa bosan bersama. Jangan juga ceritakan iitu dengan orang lain, komunikasikanlah hal tersebut.karena komunikasi yang baik dapat membantu langgengnya kebersamaan kita. Andai kau bosan dirumah, mintalah padaku untuk tamasya, hika kau bosan apa mintalah apa yang kiranya aku sanggup.

Mungkin juga kau dapati aku dalam kekurangan. kuatkanlah hatimu, kuatkanlah niat kita bersama, menjaga kehormatan dan berjuang bersama. Jangan mudah mengeluh, apalagi ke orang lain, jika terpaksa harus mengeluarkan unek-unek aku bagai air nlaut yang siap menampung apapun yang akan engkau curhatkan.

Terlalu banyak jika harus aku tulis semua harapan dan curhatku padamu dan tentangmu. Dilanjut dilain kesempataya.... dikau, yang kuharap adem dan semangat perjuangan bersama, juga kuharap mujahid-mujahid kecilnya yang akan memudahkan kita ke jannah-Nya pula akan melanjutkan perjuangan kita tentunya... terima kasih... engkau......

Ciputat, 03/02/19

Kamis, 24 Januari 2019

هو النور

Qosidah Huwan Nur karya nan indah Al-Habib ‘Ali bin
Muhammad al-Habsyi.
Terjemahan oleh: Al-Habib Munzir bin Fuad Al Musawa
ﻫﻮ ﺍﻟﻨﻮﺭ ﻳﻬﺪﯼ ﺍﻟﺤﺎﺋﺮﻳﻦ ﺿﻴﺎﺅﻩ
Huwan-nuuru yahdiil haa-iriina dliyaa-uhu
Dialah Nabi saw Pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-
orang yang bimbang
ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺤﺸﺮ ﻇﻞ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﻟﻮﺍﺅﻩ
Wa fiil hasyri dhillul mursaliina liwaa-uhu
Di padang mahsyar panjinya sebagai pemberi naungan
ﺗﻠﻘﯽ ﻣﻦ ﺍﻟﻐﻴﺐ ﺍﻟﻤﺠﺮﺩ ﺣﮑﻤﺔ
Talaqqoo minal ghoibil mujarrodi hikmatan
Sampailah kepadanya hikmah tanpa perantara apapun
ﺑﻬﺎ ﺃﻣﻄﺮﺕ ﻓﯽ ﺍﻟﺨﺎﻓﻘﻴﻦ ﺳﻤﺎﺅﻩ
Bihaa amthorot fil khoofiqoini samaa-uhu
Dengan hikmah itu hujanlah langit (dengan rahmat) di segala
penjuru barat dan timur
ﻭ ﻣﺸﻬﻮﺩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﻖ ﻣﻨﻪ ﻟﻄﺎﺋﻒ
Wa masyhuudu ahlil haqqi minhu lathoo-ifun
Para saksi dari para ahli makrifah yang dalam kebenaran,
menyaksikan dari beliau saw kasih sayang dan kelembutan-
kelembutan
ﺗﺨﺒﺮ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﺠﺪ ﻭﺍﻟﺸﺄ ﻭﺷﺎﺅﻩ
Tukhobbiru annal majda wasysya, wasyaa-uhu
Dikabarkan sungguh apa yang terjadi adalah dengan
keinginanmu (saw)
ﻓﻠﻠﻪ ﻣﺎ ﻟﻠﻌﻴﻦ ﻣﻦ ﻣﺸﻬﺪ ﺍﺟﺘﻼ
Fallillaahi maa lil'aini min masyhadijtilaa
Padaku penglihatan apa apa yang kusaksikan sangatlah berpijar
luhur,
ﻳﻌﺰ ﻋﻠﯽ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺤﺠﺎﺏ ﺍﺟﺘﻼﺅﻩ
Ya'izzu ‘ala ahlil hijaabijtilaa-uhu
Menundukkan para pemilik kemuliaan yang masih tertutup
penglihatannya dari pandangan keluhuran ini,
ﺃﻳﺎ ﻧﺎﺯﺣﺎ ﻋﻨﻲ ﻭﻣﺴﮕﻨﻪ ﺍﻟﺤﺸﺎ
Ayaa naazihaan ‘anniy wa maskanuhul hasyaa
Wahai yang jauh dariku dan tempatnya di lubuk hati yang
terdalam,
ﺃﺟﺐ ﻣﻦ ﻣﻼ ﮐﻞ ﺍﻟﻨﻮﺍﺣﯽ ﻧﺪﺍﺅﻩ
Ajib man malaa kullan-nawaahiy nidaa-uhu
Jawablah wahai saudaraku seruan (Sang Nabi saw) yang
memenuhi segala penjuru,
ﺃﺟﺐ ﻣﻦ ﺗﻮﻻﻩ ﺍﻟﻬﻮﯼ ﻓﻴﻚ ﻭﺍﻣﺾ ﻓﻲ
Ajib man tawallaahul hawaa fiika wamdli fiy
Jawablah wahai yang diriku adalah terbenam dalam rindu
padamu (saw), dan mengalir pada-
ﻓﺆﺍﺩﻱ ﻣﺎ ﻳﻬﻮﯼ ﺍﻟﻬﻮﯼ ﻭﻳﺸﺎﺅﻩ
Fu-aadiya maa yahwaal hawaa wa yasyaa-uhu
Sanubariku apa apa yang dirindukan sanubari ini dan yang ia
(diriku) dambakan
ﺑﻨﯽ ﺍﻟﺤﺐ ﻓﯽ ﻭﺳﻂ ﺍﻟﻔﺆﺍﺩﯼ ﻣﻨﺎﺯﻻ
Banal hubbu fiy wasthil fu-aadi manaazilaan
Cinta membangun istana agung di dalam hati yang terdalam
ﻓﻠﻠﻪ ﺑﺎﻥ ﻓﺎﻕ ﺻﻨﻌﺎ ﺑﻨﺎﺅﻩ
FaLillaahi baanin faaqo shun'an binaa-uhu
Demi Allah, sungguh tempat itu paling tinggi dan indah di
antara bangunan (tempat) yang lain
ﺑﺤﮑﻢ ﺍﻟﻮﻻ ﺟﺮﺩﺕ ﻗﺼﺪﻱ ﻭﺣﺒﺬﺍ
Bihukmil walaa jarodtu qosdiy wa habbadzaa
Dengan keputusan pasrah kubiarkan yang lainnya berlalu dari
semua keinginanku, dan alangkah indahnya sang baginda
menenangkan hati ini dari wewenang lembutnya
ﻣﻮﺍﻝ ﺃﺭﺍﺡ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻣﻨﻪ ﻭﻻﺅﻩ
Muwaalin aroohal qolba minhu walaa-uhu
sang baginda menenangkan hati ini dari wewenang lembutnya
ﻣﺮﺿﺖ ﻓﮕﺎﻥ ﺍﻟﺬﮐﺮ ﺑﺮﺀﺍ ﻟﻌﻠﺘﻲ
Maridltu fakaanadz-dzikru bur-an li'allitiy
(Jika) aku sakit, maka menceritakan tentangnya (saw) adalah
obat bagi penyakitku
ﻓﻴﺎ ﺣﺒﺬﺍ ﺫﮐﺮﺍ ﻟﻘﻠﺒﻲ ﺷﻔﺎﺅﻩ
Fayaa habbadzaa dzikroon liqolbiy syifaa-uhu
Sungguh indah, menyebutnya adalah obat bagi hatiku
ﺇﺫﺍ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻌﺸﺎﻕ ﺩﺍﺋﯽ ﻓﻘﻞ ﻟﻬﻢ
Idzaa ‘alimal-‘usyaaqu daa-iy faqul lahum
Jika para perindu mengetahui penyakitku, maka katakan kepada
mereka
ﻓﺈﻥ ﻟﻘﺎ ﺃﺣﺒﺎﺏ ﻗﻠﺒﻲ ﺩﻭﺍﺅﻩ
Fa Inna liqoo ahbaabi qolbiy dawaa-uhu
Sesungguhnya perjumpaan dengan kekasih hati itulah obatnya
ﺃﻳﺎ ﺭﺍﺣﻼ ﺑﻠﻎ ﺣﺒﻴﺒﻲ ﺭﺳﺎﻟﺔ
Ayaa roohilaan balligh habiiby risaalatan
Wahai orang yang berjalan (ke Madinah) sampaikan lembaran
cinta kepada kekasihku (saw)
ﺑﺤﺮﻑ ﻣﻦ ﺍﻷﺷﻮﺍﻕ ﻳﺤﻠﻮ ﻫﺠﺎﺅﻩ
Biharfin minal asywaaqi yahluu hijaa-uhu
Dengan indahnya ejaan huruf-huruf kerinduan
ﻭ ﻫﻴﻬﺎﺕ ﺃﻥ ﻳﻠﻘﯽ ﺍﻟﻌﺬﻭﻝ ﺇﻟﯽ ﺍﻟﺤﺸﺎ
Wa haihaata an yalqol-‘adzuulu ilaal-hasyaa
Maka sulitlah bagi yang memusuhi cinta ini sampai kebatas
yang tak mungkin, mencapai jalan kebenaran dengan
memujinya (saw) dan mengucapkan padanya (saw)
ﺳﺒﻴﻼ ﺳﻮﺍﺀ ﻣﺪﺣﻪ ﻭﻫﺠﺎﺅﻩ
Sabiilaan sawaa-un mad-huhu wa hijaa-uhu
mencapai jalan kebenaran dengan memujinya (saw) dan
mengucapkan padanya (saw)
ﻓﺆﺍﺩﻱ ﺑﺨﻴﺮ ﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﻣﻮﻟﻊ
Fu-aadiy bikhoiril mursaliina muwalla'un
Jiwaku terbakar (karena cinta) dengan sebaik-baik utusan
ﻭﺃﺷﺮﻑ ﻣﺎﻳﺤﻠﻮ ﻟﺴﻤﻌﻲ ﺛﻨﺎﺅﻩ
Wa asyrofu maa yahluw lisam'iy tsanaa-uhu
Dan yang terindah di pendengaranku adalah mendengar
pujiannya
ﺭﻗﯽ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻠﯽ ﻭﺍﻟﻤﺠﺪ ﺃﺷﺮﻑ ﺭﺗﺒﺔ
Roqoo fiil ‘ulaa wal majdi asyrofa rutbatin
Mulia dalam tanga tanga keluhuran, semulia-mulia tingkatan
yang semakin luhur
ﺑﻤﺒﺪﺍﻩ ﺣﺎﺭ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﮔﻴﻒ ﺍﻧﺘﻬﺎﺅﻩ
Bimabdaahu haarol-kholqi kaifantihaa-uhu
Dalam awal cinta dan rindu pada beliau saw akan muncul
hangat membara dihati makhluk, maka bagaimana keadaan yang
telah mencapai puncaknya
ﺃﻳﺎ ﺳﻴﺪﻱ ﻗﻠﺒﻲ ﺑﺤﺒﻚ ﺑﺎﺋﺢ
Ayaa sayyidiy qolbiy bihubbika baa-ihun
Wahai tuanku, hatiku lebur dengan kecintaan kepadamu
ﻭﻃﺮﻓﻲ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﻣﻊ ﺗﺠﺮﻱ ﺩﻣﺎﺅﻩ
Wa thorfiya ba'dad-dam'i tajriy dimaa-uhu
Mata ini niscaya menangis darah setelah air mata mengering
dan tak mengalir
ﺇﺫﺍ ﺭﻣﺖ ﮐﺘﻢ ﺍﻟﺤﺐ ﺯﺍﺩﺕ ﺻﺒﺎﺑﺘﻲ
Idzaa rumta katmal hubbi zaadat shobaabatiy
Jika engkau sembunyikan cinta maka akan bertambah
kecintaanku dan airmataku
ﻓﺴﻴﺎﻥ ﻋﻨﺪﻱ ﺑﺜﻪ ﻭ ﺧﻔﺎﺅﻩ
Fasiyyaani ‘indii batstsuhu wa khofaa-uhu
Maka sama saja bagiku, kuungkapkan cinta itu atau
kusembunyikannya
ﺃﺟﺐ ﻳﺎ ﺣﺒﻴﺐ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺩﻋﻮﺓ ﺷﻴﻖ
Ajib yaa habiibal qolbi da'wata syayyiqin
Jawablah seruan kerinduan ini wahai kekasih hati
ﺷﮕﯽ ﻟﻔﺢ ﻧﺎﺭ ﻗﺪ ﺣﻮﺗﻬﺎ ﺣﺸﺎﺅﻩ
Syakaa lafha naarin qod hawat-haa hasyaa-uhu
Rintihan api kerinduan telah menyelimuti lubuk hatiku
ﻭﻣﺮ ﻃﻴﻔﻚ ﺍﻟﻤﻴﻤﻮﻥ ﻓﻲ ﻏﻔﻠﺔ ﺍﻟﻌﺪﺍ
Wa mur thoyfakal maymuuna fii ghoflatil ‘idaa
Maka lewatkanlah keindahan dan kelembutanmu saat hamba
hamba ummatmu (saw) yang tenggelam dalam kelupaan
ﻳﻤﺮ ﺑﻄﺮﻑ ﺯﺍﺩ ﻓﻴﻚ ﺑﮑﺎﺅﻩ
Yamurru bithorfin zaada fiika bukaa-uhu
Lintasan keindahan dan kemuliaanmu yg membuat
berlindangnya airmata
ﻟﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺣﺐ ﺗﻌﺴﺮ ﻭﺻﻔﻪ
LiyaAllaahu min hubbin ta'assaro washfuhu
Duhai Allah, sungguh sulit cinta ini diungkapkan
ﻭﻟﻠﻪ ﺃﻣﺮﻱ ﻭﺍﻟﻘﻀﺎﺀ ﻗﻀﺎﺅﻩ
Wa lillaahi amrii wal-qodloo-i qodloo-uhu
Semua ini hanya kepada Allah kupasrahkan Karena ketentuan
adalah ketentuan Nya
ﻓﻴﺎ ﺭﺏ ﺷﺮﻓﻨﻲ ﺑﺮﺅﻳﺔ ﺳﻴﺪﻱ
Fa yaa robbi syarrifniy biru, yati sayyidiy
Ya Allah, muliakanlah aku dengan memandang tuanku
(sayyidina Muhammad)
ﻭﺃﺟﻞ ﺻﺪﯼ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺍﻟﮕﺜﻴﺮ ﺻﺪﺍﺅﻩ
Wa ajli shodal qolbil katsiiri shodaa-uhu
Dan bersihkanlah hati yang penuh dengan kekeruhan ini
ﻭﺑﻠﻎ ﻋﻠﻴﺎ ﻣﺎ ﻳﺮﻭﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻘﺎ
Wa balligh ‘aliyyan maa yaruumu minalliqoo
Dan sampaikanlah pada diriku (Al Habib Ali Al Habsyi) pada
puncak harapan untuk berjumpa
ﺑﺄﺷﺮﻑ ﻋﺒﺪ ﺟﻞ ﻗﺼﺪﻱ ﻟﻘﺎﺅﻩ
Bi-asyrofi ‘abdin jullu qoshdii liqoo-uhu
Dengan semulia-mulia hamba, dan perjumpaan dengannya
adalah segala tujuanku
ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎﻫﺒﺖ ﺍﻟﺼﺒﺎ
Wa ‘alaihi sholaatullaahi maa habbatish-shobaa
Atasnya curahan shalawat selama angin berhembus
ﻭﻣﺎ ﺃﺗﺮﺏ ﺍﻟﺤﺎﺩﯼ ﻓﻄﺎﺏ ﺣﺪﺍﺅﻩ
Wa maa atrobal-haadii fathooba hidaa-uhu
Sebanyak asyik merdunya qasidah pujian yang memadukan
cinta padamu (saw), maka semakin indahlah pujian yang
menyatukan hati dalam cinta padanya (Saw)
ﻣﻊ ﺍﻵﻝ ﻭﺍﻷﺻﺤﺎﺏ ﻣﺎﻗﺎﻝ ﻣﻨﺸﺪ
Ma'al aali wal-ash-haabi maa qoola munsyidun
Beserta keluarga, sahabat dan yang diucapkan oleh munsyid
(pembaca qasidah)
ﻫﻮ ﺍﻟﻨﻮﺭ ﻳﻬﺪﻱ ﺍﻟﺤﺎﺋﺮﻳﻦ ﺿﻴﺎﺅﻩ
Huwannuuru yahdiil haa-iriina dliyaa-uhu
Dialah pelita cahaya yang memberi petunjuk orang-orang yang
bimbang

Minggu, 06 Januari 2019

Pendidikan Karakter Anak Usia Dini




Ada beberapa hak anak atas orang tuanya diantaranya adalah diberikan kepada sang anak tersebut nama yang baik dan ternyata nama tersebut mempunyai pengaruh terhadap karakter sang anak, meski itu tidak pengaruh satu-satunya. Sebelum menuliskan tentang hal-hal yang mempengaruhi karakteristik seorang anak, ada cerita menarik ketika prof. Quraish atau yang lebih dikenal dengan pak Quraish nyantri di Malang tepatnya Darul Hadist dibawah asuhan Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih beliau ditanya oleh sang guru siapa namamu? Beliau menjawab “Qurasih”, habib Abdul Qodir pun mengatakan, katakanlah “Muhammad Quraish, jangan pernah pisahkan namamu dari Muhammad”. Dari cerita tersebut dapat diambil pelajaran betapa pentingnya nama untuk seseorang.

Ada juga satu kisah yang dicantumkan dalam kitab Al-Muwatta karya Imam Malik bahwa suatu ketika Rasul ingin meminum susu kambing. Lalu datanglah pemuda membawakan susu kepada beliau, lalu rasul bertanya kepada pemuda tersebut “siapa namamu?” kata rasul. Pemuda tersebut menjawab “Murroh” yang artinya pahit, dan rasul pun tidak menerima susu dari pemuda tersebut. Lalu datanglah pemuda kedua dengan membawakan susu juga, lalu rasul juga bertanya padanya “siapa namamu?” pemuda tersebut menjawab “Harb” yang artinya perang, rasul pun enggan menerima susu dari pemuda itu. Datanglah pemuda ketiga dengan hal yang sama, rasul pun bertanya dengan pertanyaan yang sama “Ya’isy” yang artinya hidup, dari pemuda tersebut rasul menerima susu untuk diminumnya. Kisah ini juga menjelaskan betapa pentingnya nama seseorang.

Selanjutnya kami ingin menuliskan tentang hal-hal yang mempengaruhi karakter seorang anak. Paling tidak seorang anak mulai memahami perintah dengan baik itu saat berusia tujuh tahun atau yang disebut dengan “Sinnut Tamyiz” ada hal-hal yang diajarkan para ulama’ untuk menghadapi anak menjelang usia tersebut. Diantaranya adalah orang tua dianjurkan memegang ubun-ubun anaknya lalu membacakan surat al-qadr tujuh kali lalu ditiupkan ke anak tersebut. Salah satu hikahnya insyaallah anak tersebut tidak akan terjerumus kedalam dosa besar (sebagaimana disampaikan Gus Qoyyum dalam salah satu pengajiannya). Yang selanjutnya adalah seyogyanya orang tua menjelaskan namanya kepada sang anak, karena hal tersebut bisa memacu semangat dan dapat memotivasi sang anak.

Hal-hal yang mempengaruhi karaker seseorang paling tidak ada tiga hal, diantaranya: Pertama, Fitrah Ilahiyyah yaitu Allah langsung yang menanamkannya langsung. Disini biasanya telah ditanamkan oleh leluhur-leluhurnya, karena leluhur-leluhurnya orang alim maka bisa jadi keturunannya kelak akan jadi orang alim. Maka riyadhah untuk menjadikan keturunan kita orang-orang yang shaleh tidak hanya dimulai saat anak lahir kedunia, bahkan jauh sebelum itu bisa kita lakukan riyadhanya.

Kedua, Musyahadah. Pembentukan karakteristik juga dapat terjadi dengan apa yang sering dilihat oleh seseorang, maka alangkah baiknya jika sejak kecil anak sudah terbiasa dengan hal-hal yang baik yang sering disaksikannya terutama dari kedua orang tua dan juga lingkungannya. Sebaik apapun nama seorang anak, jika dia selalu menyaksikan hal yang tidak baik, maka perkembangannya juga tidak jauh dari apa yang dilihatnya.

Terakhir, Riyadhah. Secara laksikal riyadhah dapat diartikan sebagai latihan, cara lainnya dalam pembentukan karakter adalah latihan, dalam kata lain dengan cara agak dipaksa. Karena dengan terpaksa melakukan kebaikan maka sang anak akan menjadi terbiasa.

Sekian uraian singkat dari kami, semoga ada manfaatnya. Kritik dan saran pembaca sangat kami nanti untuk perbaikan tulisan berikutnya.