Sabtu, 07 April 2018

Ushul Qira'at Al-Susi


Belajar Ushul Qiro’at Imam Abu Amr Al-Bashri Riwayat As-Susi
Imam Abu Amr
Nama Lengkap      : Zaban bin Al-Ala’ bin Imar Al-Mazani Al-Bashri
Lahir                      : Makkah 68 H
Wafat                     : Kufah 154 H
As-Susi
Nama Lengkap      : Shalih bin Ziyad bin Abdullah bin Ismail As-Susi
Lahir                      : ____
Wafat                     : 261 H

A.    BAB BASMALAH
اسباث البسملة بين سورتين, و بالسكته, و وصل يين سورتين بدون بسملة
·         Washal dengan basmalah (washlul jami’, qot’ul jami’, qot’ul awwal wa washlul basmalah ilaa suurah ba’dahu)
·         Washal dengan saktah tanpa basmalah
·         Washal tanpa basmalah

B.     BAB MAD
·         Mad Muttashil (2 alif /4 harokat)
·         Mad Munfashil (1 alif/2 harokat)

C.     BAB MIM JAMA’
·         Sukun
·         Kecuali mim jama’ yang didahului ha’ kasroh dan ya’ sukun atau ha’ kasroh bertemu dengan (ال) maka mim jama’nya dibaca kasroh
Contoh: عليهِمِ القتال # بهِمِ الاسباب

D.    BAB HAMZAH MUFROD
As-Susi membaca hamzah sukun dengan ibdal ketika:
·         Posisinya sebagai fa’ kalimah. Contoh: يؤمنون - يومنون
·         Posisinya sebagai ain kalimah. Contoh: البأس - الباس
·         Posisinya sebagai lam kalimah. Contoh: جئت - جيت
Dengan beberapa pengecualian.
·         Didalam dua kalimah. Yaitu:  في السموات ائتوني- في السموات يتوني
فرعون ائتوني - فرعونو توني

E.     BAB TAQLIL DAN IMALAH
·         IMALAH
Imalah adalah harokat antara fathah dengan kasroh. (harus dengan musyafaha untuk mengetahuinya)
-          As-Susi membaca imalah ketika ada mad yang berupa alif yang diikuti ro’ mutathorrifah (ro’ diakhir kalimah) yang berharokat kasroh. Contoh: النار، الديار، الابرار
-          As-Susi juga membaca imalah pada Dzawatil Ro’ atau Ro’ yang diikuti oleh alif maqshuroh baik diakhir ayat ataupun tidak. Contoh: اٌرى، يرى، الاٌخرى
-          As-Susi juga membaca imalah pada (ha’ & ro’ pada fawatih as-suwar).



·         TAQLIL
Taqlil adalah harokat antara fathah dengan imalah. (harus dengan musyafaha untuk mengetahuinya)
-          As-Susi membaca taqlil setiap isim yang berwazan (فَعْلَى، فُعْلَى، فِعْلَى ) (fa’laa, fu’laa, fi’laa) Contoh: (موسى، عيسى، اٌبكى)
-          Akhir ayat pada sepuluh surat, yaitu: Thaha, An-Najm, Al-Ma’arij, Al-Qiyamah, An-Nazi’at, ‘Abasa, Al-A’la, As-Samys, Al-Lail, Ad-Ducha, Al-‘Alaq. Baik berwazan tersebut ataupun tidak. Kecuali jika dzawati ro’, maka tetap dibaca imalah.
-          Pada cha’ (ح) di setiap fawatih as-suwar.

F.      BAB DUA HAMZAH
·         Dua Hamzah Dalam Satu Kalimah
As-Susi membaca dua hamzah dalam satu kalimah dengan cara tashil ma’a idkholul alif. Contoh:، أأنزل، أأنبئكم.  أأنذرتهم

·         Dua Hamzah Dalam Dua Kalimah
As-Susi membaca dua hamzah dalam dua kalimah dengan cara:
-          (muttafiqotaan) Sama Harokat
As-Susi membaca dua hamzah dalam dua kalimah yang sama harokatnya dengan cara isqootu al-hamzatu al-ula a’a qosrh wa mad . Contoh:أولياء ألىئك ____ أوليا ألىئك
 جاء أحد____جا أحد
هؤلاء إنكنتم____هؤلا إنكنتم
-          (mukhtalifataan) Berbeda Harokat
As-Susi membaca dua hamzah dalam dua kalimah yang berbeda harokatnya dengan cara:
a.       Jika Harokat Fathah Terletak Diawal Maka Di Baca Tashil Hamzah Yang Kedua. Contoh: تفيء إلى, جاء أُمة
b.      Jika Harokat Fathah Terletak Dihamzah Yang Kedua Maka Dibaca Ibdal (Mengganti Dengan Huruf Mad Yang Sesuai) Hamzah Yang Kedua. Contoh: السماءِ أَو ___ السماءِ يَو
السفهاءُ أَلا ___ السفهاءُ وَلا
c.       Jika tidak terdapat harokat fathah pada kedua hamzah tersebut, maka boleh dibaca tashil atau ibdal. Contoh: يشاء إلى,

G.    BAB IDHGOM
·         Idhgom Shogir
Idhgom Shogir Adalah idhgom yang salah satu dari huruf mudhgom dan mudhgom fih-nya berharokat sukun. Adapun huruf-huruf yang dibaca idhgom oleh As-Susi adalah sebagi berikut:
-          Idhgom (اذ) dengan enam huruf, yaitu: ت،د،ز،ص،ش،ج
-          Idhgom (قد) dengan delapan huruf, yaitu: س، ز، ص، ض، ش، ج، ذ، ظ
-          Idhgom (تاء تئنيث)  dengan enam huruf, yaitu: ش، ص، ز، ث، ظ، ج
-          Idhgom (هل & بل) dengan dua huruf, yaitu: ت & ر

baca juga kaidah Qira'at Warsy 
https://ahmadmunthaha.blogspot.co.id/2018/03/kaidah-wars-nafi.html

·         Idhgom Kabir
Idhgom Kabir adalah idhgom yang kedua hurufnya (mudhgom dan mudhgom fiih) berharokat.
Syarat-syarat dibolehkannya idhgom adalah kektika tidak ada:
-          Tidak terdapat ta’ mukhbir (mutakallim). Contoh: كنت ترابا
-          Tidak terdapat ta’ khitob (dhomir anta/pengganti dhomir anta). Contoh: أنت تكره
-          Tidak berharokat tanwin. Contoh: واسعً عليم
-          Tidak terdapat tasydid. Contoh: ميقات  فتمَّ

Idhgom kabir dilihat dari sisi jumlah kalimat di bedakan  menjadi dua, yaitu:
-          Idhgom kabir fi kalimatin.
Idhgom kabir fi kalimatin hanya berlaku untuk idhgom qof (ق) ke kaf (ك) dengan dua syarat. Yaitu:
a.       Sebelum qof huruf mutacharrik (berharokat)
b.      Setelah kaf mim jama’
Contoh: خلقكم، واثقكم

-          Idhgom kabir fi kalimatain.
Adapun untuk Idhgom kabir fi kalimatain berlaku untuk mutamatsilain, mutaqorribqin dan mutajanisain. Adapun huruf-hurufnya yang  mutaqorribqin dan mutajanisain adalah sebagai berikut:

أمثلة
المدغام فيه
المدغم
فمن زحزح عن النار
ع
ح
خلق كل
ك
ق
لك قصورا
ق
ك
ذى المعارج تعرج
ت
ج
أخرج شطئه
ش
ذى العرش سبيلا
س
ش
لبعض شأنهم
ش
ض
وإذا النفوس زوجت
ز
س
الرأس شيبا
ش
بعد ذالك
ذ
د





المسجد تلك
ت
عدد سنين
س
وشهد شاهد
ش
من بعد ضراء
ض
يريد ثواب
ث
تريد زينة
ز
نفقد صواع
ص
من بعد ظلمه
ظ
داوود جالوت
ج
با لساعة سعيرا
س
ت
والذاريات ذروا
ذ
بأربعة شهداء
ش
والعاديات ضبحا
ض
الصالحات ثم
ث
فالزاجرات زجرا
ز
فالمغيرات صبحا
ص
الملائكة ظالمي
ظ
مائة جلدة
ج
الملائكة طيبين
ط
والحرث ذالك
ذ
ث
وورث سليمان
س
حيث تؤمرون
ت
حيث شئتما
ش
حديث ضيف
ض
فاتخذ سبيلا
س
ذ
ماتخذ صاحبة
ص
سيغفر لكم
ل
ر
كمثل ريح
ر
ل
خزائن رحمة
ر
ن
يأذن لكم
ل
أعلم بكم
ب
م
يعذب من يشاء
م
ب


Kamis, 05 April 2018

semua ada hikmahnya


Belajar Kepada Jama’ah Tabligh

Pesanggerahan, Rabu-04-04-2018.

Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya, itulah mungkin hal yang harus kita camkan dengan baik dan tidak mengeluh dalam setiap keadaan lalu mencari hikmah dari keadaan yang kita alami. Saat bertugas di daerah pesangerahan, saya mengalami hal yang mungkin bisa di bilang membosankan. Bagaimana tidak? Menunggu hampir dua jam..heheTetapi kembali ke awal semua ada hikmahnya.
Di saat sedang menunggu, saya dihampiri seorang laki-laki paruh baya, mungkin usia sekitar lima puluhan, berperawakan tinggi, berjenggot merah, memakai jubah kebanggaan ala Jama’ah Tabligh (JT) mengajak diskusi –ya ngobrol biasa lah ketemu saudara seiman- dia yakin saya saudara seiman karena kebetulan saat itu saya masih memakai peci putih yang biasa di saku karena baru selesai Jama’ah shalat ashar.

Percakapan kita dimulai perkenalan, dia bertanya saya dari mana dan lain sebagainya. Hingga dia mendapatkan info yang lengkap untuk mengajak diskusi.hehe “saya mesantren di Bayt al-Qur’an, dari Pati bla bla bla...”. saya yakin dia tahu saya dari pesantren tersebt karena dia juga tujuan salah satu orang yang kita temui saat itu.he dia bertanya “Bagaimana pendapat kamu tentang statement pak Quraish tentang jilbab?” sudah saya duga jauh hari bahwa resiko menjadi santri MQS adalah ditanya tentang hal-hal yang seperti ini, biasa banget. Dulu juga pernah debat kecil gara-gara bahas seperti ini di stadiun GBK saat Islamic Book fair.

Mengaca dari pengalaman di GBK, saya Slow respon saja deh, nanti juga keluar statemen dia dengan sendirinya (Bathin saya) dan ternyata benar. Dia membuat pertanyaan yang akan dia analisis sendiri.hehe “kalau kata pak Quraish, yang penting itu bukan Jilbabnya tetapi Akhlaknya. Kalau saya gini mas, yang berjilbab aja masih ada yang akhlaknya kurang baik, apalagi yang tidak. Bukan yang penting itu Akhlaknya bukan shalatnya. Salah itu mas. Tetapi Yang shalat saja masih ada yang kurang baik apalagi yang tidak” (kata dia JT)

Masih tetap slow respon, dia menganalisis kesana kemari saya sesekali menyatakan gak setuju dan tetap dengan gaya khas saya, senyum dulu dah biar gak panas. Bapaknya ngotot. Setelah puas ngomongin Jilbab, ganti ngomongin Syi’ah. Saya gali saja, “bagaimana pandangan bapak tentang syiah di indonesia?” dia menjawab sangat membahayakan sekali, penyebarannya juga sangat masif, pergerakannya memasuki segala lini, dari politik, ormas islam dan lain sebagainya. Mereka menghalalkan segala cara untuk masuk ke ranah politik. Wah semakin pusing saya..hehe Lalu saya Nyaut “tetapi tidak bisa kita pungkiri pak, masuknya islam indonesia itu ada –jika tidak mau mengatakan dibawa- oleh islam gujarat yang Syi’ah” iya, tetapi syiah dulu dan sekarang beda kata dia. Sebut satu nama coba orang syiah indonesia yang kamu tahu yang latar belakang pendidikannya agama? Saya diam saja, saya rasa dia akan menjawab. Dan ternyata benar, dia jawab sendiri. Haidar Bagir? Dia tidak berlatar belakang agama, kata dia.

Setelah ngomongin ini itu, masih banyak diskusi kita. Politik, kepemimpinan non muslim, hidayah dan lain sebagainya. Hingga ke Jama’ah tabligh sendiri... terlalu panjang jika harus di paparkan disini dan juga takut banyak kesalahan jika kepanjangan nulisnya,,hehe

Siap-siap terjun ke masyarakat berarti kita harus siap menghadapi masyarakat dengan berbagai problematika dan berjuta sikapnya, bijaklah dalam berhadapan dengan siapapun, jangan mudah tersinggung dan ramahlah supaya siapapun yang kita hadapi tahu bahwa islam adalah Rahmatan Lil ‘Aalamin. Siapkan jawaban terbaikmu dari sekarang untuk menghadapi masyarakatmu.
Mohon maaf atas segala kesalahan ya...hehe